| Mengenali Bagian-Bagian Bistik |
|
|
|
| Written by Administrator | ||||
|
Sirloin (daging sapi has luar) Asalnya dari bagian belakang sapi. Umumnya terlihat ada lemak di bagian pinggirnya. Teksturnya lebih keras dibanding bagian lain, harganya juga lebih murah. Namun, sirloin punya kelebihan dalam ukuran, yakni bisa dipotong lebih besar daripada bagian sapi lainnya yang lebih lembut.
Rib (tulang rusuk) Berasal dari daging di sekitar tulang rusuk. Rib steak disajikan bersama tulang rusuk. Jika tulangnya tidak ikut dihidangkan, maka namanya menjadi rib eye steak (daging sapi lamusir) dengan lemak melintang dibagian tengah daging.
Tenderloin (daging sapi has dalam) Disebut juga fillet mignon. Asalnya dari loin yang berada di depan sirloin dan dibelakang tulang rusuk. Otot pada bagian ini tidak bekerja keras sehingga tenderloin adalah bagian sapi paling lembut. Bentuknya memanjang seperti ular dan untuk steak biasanya dipotong secara diagonal, tanpa lemak.
T-Bone (daging sapi lulur bertulang) Sesuai namanya, bagian ini memiliki tulang berbentuk huruf T yang dikelilingi daging pada kedua sisinya. Sisi yang memiliki daging lebih sedikit adalah daging tenderloin dan sisi lainnya yang memiliki daging lebih banyak disebut striploin.
Striploin/top loin Daging sapi yang membungkus bagian tenderloin. Lebih lembut daripada sirloin, tapi lebih keras dibanding tenderloin.
Shortloin Merupakan versi besar dari sirloin. Letaknya dari punggung sapi ke belakang, mendekati bagian buntut.
Porterhouse Sama saja dengan T-bone. Bedanya, porterhouse memiliki daging tenderloin lebih banyak daripada striploin.
Sumber: Okefood
|
||||








Daging sapi yang bagus umumnya berwarna kemerahan, bukannya cokelat. Tidak semua bagian tubuh sapi layak dibuat steak. Tekstur daging sapi yang empuk dan cocok dijadikan bistik (beef steak) umumnya diperoleh dari bagian-bagian tertentu. Itulah sebabnya dikenal variasi bistik berdasarkan potongan dagingnya, antara lain sirloin, rib eye, terderloin, short rib, dan t-bone. Yuk, mengenali perbedaannya: