Melewati sepanjang jalan H. Ten daerah Rawamangun terutama hari Sabtu dan Minggu malam, kami menemukan tempat penjualan martabak. Tapi tempat ini bukan dengan menggunakan gerobak dorong seperti biasanya penjual martabak mangkal. Melainkan di dalam suatu outlet rumah, namanya Martabak Alim - Rajanya martabak.
Terlihat sangat banyak sekali orang yang membeli. Melihat dari kejauhan, gambar-gambar martabak yang dipajang sepertinya unik-unik. Apalagi ada tertera martabak unyil, yang saya pribadi belum pernah mendengar dan melihatnya. Sekalian malam minggu berdua atau bersama keluarga makan martabak.
Ketika masuk, di sebelah kiri sudah terdapat kasir yang menanyakan pesanan kita. Tepat di belakan kasir terdapat daftar menu martabaknya yang umumnya terbagi dua macam yaitu martabak manis dan telor. Martabak manisnya pun ada berbagai macam isi, seperti keju, cokelat, buah, kacang, ketan, kismis, dll. Untuk martabak manis terdiri juga atas beberapa harga yaitu unyil (namanya aja unyil, berarti ukurannya kecil, setelah ditanyakan seperti apa ukurannya, ternyata juga tidak kecil-kecil amat seperti roti unyil yang kita beli di Bogor), mini (bedanya dengan unyil adalah dia lebih besar dari pada unyil), jumbo (ini ukuran paling besar) dan spesial (ukurannya sama dengan jumbo hanya saja martabaknya menggunakan wijsman, sedangkan jumbo mentega biasa). Harganya bervariasi tergantung isiĀ dan ukuran martabaknya, dari harga 4rb hingga 55rb.
Sedangkan untuk martabak telor juga banyak variasinya tergantung isi yang digunakan seperti ada daging, tuna, kornet, jagung, jamur, sosis, spaghetty, seafood dll. Unik bukan... makanya kami tertarik ke sini. Selain isi martabaknya juga dibedakan harganya berdasarkan jumlah telor dan telor apa yang digunakan, yaitu 3 atau 5 jumlah telor dan telor bebek atau ayam. Harganya dimulai dari 18rb hingga 35rb.
Berada di tempat outlet martabak Alim di H.Ten saat itu agak berdesakan, karena banyak sekali pembelinya yang menunggu berdiri dan duduk. Di tempat pembeli yang duduk juga terdapat meja mungkin ditujukan jika ingin makan ditempat. Karena juga disediakan counter atau freezer minuman. Selain itu juga ada pembeli yang memesan dahulu, kemudian dia datang lagi ke outlet ini untuk mengambil pesanannya dengan menunjukan struk pembeliannya.
Sambil menunggu, kami dapat melihat pegawai-pegawainya membuat martabaknya. Ada yang menggunakan variasi ukuran pengorengan martabak (apa ya istilahnya?) seperti yang kita lihat biasa digunakan pedagang martabak lainnya, untuk membuat martabak manis. Sedangkan untuk martabak telor, pengorengan yang digunakan beda, bukan penggorengan bulat pipih dan lebar yang digunakan, tapi penggorengannya berukuran kotak dan di atasnya dapat ditutup. Jadi pegawainya tinggal menutup dan membolak-balikan penggorengannya. Dimana sebelumnya semua adonan martabak sudah diracik dan dicampur sehingga cepat pembuatannya.
Kami hanya membeli untuk dibawa pulang saja. Begitu sampai dan segera menyajikannya. Wow he3x... terlihat foto Pak Alim sepertinya di dusnya. Wanginya juga sudah tercium dari sepanjang perjalanan kami menggunakan motor (lebay gak sih he3x). Kami memesan yang jumbo dan memang banyak potongan martabaknya. Pastinya ada 2 tumpuk dengan masing-masing 7 potong dan ada kelebihan 2 potong pingiran martabaknya. Tekstur martabaknya juga lembut, dan rasa manis martabaknya passs. Kejunya juga lumayan tertumpuk tebal, susunya juga tidak terlalu banyak diberikan dan pas rasa keju dan susunya. Jumbo saja yang pakai mentega sudah lumayan enak bagaimana dengan yang pakai weisman ya? Kalo yang isinya beda juga seperti apa ya? Nanti mao coba beli lagi ah he3x...
Setelah iseng googling, ternyata Martabak Alim ini ada web dan account facebooknya. Dilihat isinya ternyata Pak Alim juga membuka usaha franchise untuk martabaknya ini dan sudah ada banyak outlet yang ada. Sukses ya Pak Alim...
| Next > |
|---|


