Setelah berkeliling-liling mencari makan setelah berolahraga di MOI (Mall Of Indonesia) dan ingin mencari tempat yang unik, akhirnya kami menjatuhkan pilihan pada resto Kembang Tandjoeng, di lantai 1 Blok D7. Apalagi ditambah dengan tawaran discount untuk pembayaran dengan BCA Card 20% (minimum 50.000 - after discount).
Sebelum masuk kami bertanya-tanya sedikit mengenai promo discount tersebut dan juga menu-menu favoritnya. Uniknya lagi dibeberapa menu yang menggunakan nasi, nasinya dapat diganti dengan nasi merah, ehm kebetulan sekali, biasanya kami makan nasi merah di rumah.
Resto ini sepertinya lumayan luas namun terlihat agak kecil untuk area makannya. Karena di samping kanannya terdapat counter cashier, dapur, dan juga tempat cuci tangan. Tempat duduk yang tersedia tidak terlalu banyak sekitar 12an klo gak salah.
Nuansa tempatnya terlihat traditional dan bernuansa kayu dan tanah liat. Seperti dinding dalamnya terdapat susunan bata dan rak kayu. Rak kayu, terdapat benda-benda antik seperti botol limun yang sudah jadoel sekali, timbangan, kendi dll. Meja dan tempat duduknya pun dari kayu, ada sofanya juga sih tapi sedikit. Cahayanya dibuat tidak terlalu terang karena depannya terbuka lebar, jadi terbantu dengan lampur di sepanjang jalan mall.
Bagian atasnya cukup unik, yaitu ada papan hitam besar dengan tulisan sambung orang lama dengan kapur yang berisi menu-menunya. Selain itu bagian atasnya terdapat beberapa lampu-lampu kecil dengan petak-petak kayu. Ada beberapa gambar-gambar makanan yang dipajang di atasnya. Selain itu bagian depan dapur serta tempat cuci tangannya juga unik.
Setelah pilih tempat duduk, di meja sudah tersedia bungkusan-bungkusan seperti opak dan juga tanaman kecil, serta menu kecil. Dan kami pun diberikan menunya. Menunya tidak berupa buku tapi papan tipis yang kedua sisinya terdapat menu-menunya. Di salah satu sisi, dijelaskan mengenai Kembang Tandjoeng.
Kembang Tandjoeng itu sendiri berasal dari nama bunga yang harum dan jarang ditemui. Dan Kembang Tandjoeng ini menyajikan masakan peranakan yang terpengaruhi juga dari masa Belanda dan berasal dari daerah Pantai utara, dari tahun 1988. Kira-kira demikian singkat ceritanya.
Ok, sekarang lanjut ke menu-menunya ada macam-macam nasi dan mie seperti nasi campur kembang tandjoeng, nasi langgi, nasi goreng kampung, nasi goreng special, nasi ayam ulam bali, nasi bebek goreng, nasi blambangan, nasi merah, lontong cap gomeh, mie goreng kampung, mie oriental kembang tandjoeng.
Menu sayur antara lain tumis tahu toge, rujak pengantin, tumis jamur, bening bayam jamur, sup kembang tahu, oyong misoa, kangkung balacan, urapan sayur. Menu daging, ayam, seafood atau bisa dibilang pauknya antara lain sosis saos barbeque, iga sapi bakar, dendeng balado, empal daging suir, empal gentong, sop buntut, asem iga, ayam pandan, ayam renyah saos jamur, ayam saos barbeque, sate ayam, roti cream soup, bakso lohoa, sambel goreng urang, udang goreng telor asin, udang goreng mayonaise, tom yam gong, gurame goreng, gurame saos padang, dori saos padang, dori Holandaise saos, gindara bungkus panggang.
Untuk kudapannya ada pangku kandel, tape bakar, lumpia udang nanas, perkedel urang, pisang goreng, aneka gorengan kampung, tempe penyet bakar.
Untuk minumnya ada jus, punch, teh, kopi. dll. Untuk punch nama-nama menunya unik seperti pandan wangi, sangkuriang, brastagi, tanjung semangka, fruit punch, lemon squash. Dimana seperti pandan wangi, sangkurian, brastagi, tanjung semangka, pastinya campuran dari bahan-bahan buah dll. Seperti contohnya brastagi itu campuran dari pisang, orange dan nanas. Kalo Pandan Wangi ada campuran pandan, soda dan strawberryVariasi teh seperti teh poci, lemon tea, teh susu, es teh susu cincau, es teh angkring. Variasi kopi seperti kopi item, es kopi alpukat, kopi jahe, kopi kocok.
Oh iya dan kerupuk putih, tapi gak tau itu cuman pajangan dekat counter cashier atau buat dijual, abis gak ada di menu he3x.
Dan range harga untuk menu makanannya antara 6rb - 40rb. Sedangkan untuk minumannya antara 4.5rb - 18rb. Dan harga belum termasuk pajak yak.
Kami memesan nasi ayam ulam bali, iga bakar dengan nasi merah, bening bayam jagung, nasi goreng kampong dan nasi campur kembang Tandjoeng, tom yam seafood, dan ayam renyah saus jamur. Untuk minumannya tanjung semangka (campuran semangka, orange, dan nanas), jus jambu dan pandan wangi. Penyajiannya cukup cepat, sekitar 5-10 menit mulai berdatangan pesanannya. Pertama-tama jus jambu dan tanjung semangka.
Tak dinyana tak diduga, tempat jus dan punch ini tinggi sekali he3x, dengan sedotan yang biasa, tapi sendoknya lucu. Pastinya sih tingginya sesuai dengan tinggi gelasnya. Di atas sendoknya terdapat bentuk hiasan seperti mahkota dan lambang seperti harpa. Warna sendoknya merah untuk saya dan pacar saya biru. Mungkin dicocokan dengan gender juga kali yah he3x, just kidding. Ketika diangkat ternyata sendokannya kecil hi3x, untuk mengangkat nata de coco yang ada di dasar/bawah minumannya. Ehm, nata de coco ini sepertinya gak ada di menunya deh, wah berarti bonus yah? Atau memang menunya seperti itu, karena tidak hanya saya tapi di jus pacar saya juga ada.
Minuman pandan wangi, seperti namanya terdapat sedikit rasa dan wangi pandan sehingga berwarna hijau. Diberikan soda, potongan kecil strawberry serta daun mint. Berbeda dengan jus jambu dan punch sebelumnya, gelas pandan wangi ini lebih pendek dan agak gendut he3x.
Lanjut ke penyajian selanjutnya yaitu bening bayam jagung, kami icip dulu. Wah rasa kuah beningnya beda banget sama yang biasa mama saya masak, yang biasanya rasa manis. Sepertinya dikasih bumbu apa gitu, seperti kayumanis tapi bukan kayumanis. Tapi ehm, enak, bagi saya dan pacar saya suka dengan bayam ini.
Next, nasi ayam ulam bali. Wuih penuh piringnya. Nasinya gurih dengan diatasnya dikasih daun dibentuk kerucut seperti nasi tumpeng. Disekelilingnya ada ayam sepertinya dipanggang dan ditaburi banyak sekali cabai merah dan hijau, bawang putih, bawang merah. lalu ada sayur ulamnya dengan taburan kelapa. Ada rempeyek kacang, sambal dan juga dua iris limo. Ehm, mantap sekali campuran rasa ayam, ulam, dan nasinya apalagi ditambah dengan sambalnya. Tapi ayamnya saya kurang suka, karena ada kulitnya.
Sedangkan untuk iga bakar, diberikan satu potong iga yang sudah dibakar dan dicampur bumbu kacangnya sepertinya. Daging iganya juga tidak keras. Dilengkapi dengan sambal dan jeruk limo. Menurut saya iga bakar ini standar namun sepertinya agak mahal.
Untuk nasi goreng kampung, terdiri atas nasi goreng tentunya, ayam, telur campur, irisan udang, kerupuk, wortel dan timun serta taburan bawang goreng dan bawang merah. Porsinya lumayan banyak untuk ukuran wanita. Rasanya klop dengan lidah, tidak terlalu gurih, tidak terlalu pedas dan tidak terlalu manis. Hanya saja nasinya agak sedikit keras (Mungkin memang begitu, namanya juga nasi goreng).
Tom Yum Seafood sungguh terasa asam pedasnya. Isinya ada cumi, udang, ikan fillet, dan beberapa rempah. Pastinya ada cabe rawit merah dan juga jahe. Penyajiannya dengan disediakan tungku kecil dibawah mangkuk tom yumnya, agar tetap hangat. Asam dari tom yum ini tidak dari cuka melainkan air jeruk. Perpaduan asam dan pedasnya membuat jadi segar.
Ayam renyang saus jamur adalah seperti halnya ayam goring tepung, dan diberikan dipping salad atau mayonnaise yang original beserta potongan jamur. Selain itu dilengkapi juga dengan sambalnya yang agak kental dan tidak terlalu pedas dan agak manis.
Dan terakhir adalah nasi campur kembang tandjoeng, tidak seperti namanya isi dari nasi campur ini tidak dicampur-campur tapi laukpauknya disajikan disekeliling nasinya. Sebenarnya nasinya adalah nasi gurih, namun dapat diganti dengan nasi merah. Namun menurut saya nasinya kurang banyak untuk ukuran pria. Sedangkan lauknya banyak, ada empal goreng disuwir-suwir, tumis jamur, udang dengan sambalnya, teri goreng, tomat dan mentimun serta kerupuk udang. Nasinya dihiasi dengan daun kerucut.
Sembari makan dan melihat-lihat sekeliling yang dipajang, kami disuguhkan musik tradisional yang dimainkan dengan alat musik tradisional. Untuk pelayanannya pun ramah-ramah. Sesekali lewat resto ini kami pernah lihat mereka mengenakan baju tradisional, sedangkan kemarin mereka mengenakan baju ciongsam. Oh iya dulu juga pernah ada yang jual dan masak serabi di depannya, berikut dengan gerobaknya. Serabinya juga beraneka rasa, seperti keju, blueberry, strawberry, dll. Tapi sekarang sudah tidak ada serabinya.
Hasil googling, mereka juga ada facebook pagenya. Jadi kalo mao lihat lagi ada promo apa bisa dilihat di facebooknya. Oh ternyata ada juga delivery servicenya.
Buon Apetito.
Tom Yum Seafood sungguh terasa asam pedasnya. Isinya ada cumi, udang, ikan fillet, dan beberapa rempah. Pastinya ada cabe rawit merah dan juga jahe.. Penyajiannya dengan disediakan tungku kecil dibawah mangkuk tom yumnya, agar tetap hangat. Asam dari tom yum ini tidak dari cuka melainkan air jeruk. Perpaduan asam dan pedasnya membuat jadi segar.
Ayam renyang saus jamur adalah seperti halnya ayam goring tepung, dan diberikan dipping salad atau mayonnaise yang original beserta potongan jamur. Selain itu dilengkapi juga dengan sambalnya yang agak kental dan tidak terlalu pedas dan agak manis.
| < Prev | Next > |
|---|


