Merayakan hari raya Chinese New Year, Valentine yang berbarengan dengan ultah saudara lengkap rasanya dan menyenangkan sekali dengan makan bersama di tempat makan yang menyediakan makanan tradisional Indonesia terutama Sunda. Ditambah lagi sehabis sakit, bawaannya mao makan yang enak-enak.
Melihat area tempat makan Dapur Sunda di MOI (Mall of Indonesia) sangat luas sekali di lantai 2. Terlihat pelayan-pelayannya berwara-wiri, ada yang dengan sepatu roda dan ada yang membawa dorongan makanan. Mereka juga menyediakan smoking area di bagian tertutup serta terdapat tempat untuk bernyanyi. Seperti warna buku menunya, Dapur Sunda ini banyak ditempati pohon-pohon berwarna hijau dan dengan dinding dan furniture berwarna cokelat. Seperti layaknya rumah tradisional Sunda tapi moderen.
Saatnya memilih menu makanan. Menu yang kami pesan cukup banyak yaitu sop dan soto ayam, gurame bakar, cumi goreng tepung, sambal terasi, nasi goreng, tahu telor, tempe goreng, tumis kangkung dan tumis toge jambal. Kami hanya memesan minuman yang simple aja tapi bisa direfill hi3x, yaitu teh. Dan satu minuman kalao tidak salah sih es cincau atau es kopyor yang dipesan.
Oh iya dan satu tambahan yaitu ikan jambal. Selain tumis toge jambal ternyata ada juga menu ikan jambal saja. Alhasil yang keluar pertama adalah satu potong ikan jambal. Kami terperangah melihatnya dan berpikir kayaknya tadi maunya tumis toge jambal, tapi mana togenya? Hi3x, ternyata kami tadi menyebutkannya hanya 'jambal'.
Secara keseluruhan semua rasa di masakannya terasa pas sekali bumbunya. Terutama yang saya suka adalah sop ayam, tahu telor yang agak pedas serta tumis kangkung. Cumi goreng tepungnya juga pas asinnya. Untuk nasi goreng, bukan digoreng kecap sehingga nasinya tidak berwarna cokelat, dilengkapi dengan dua tusuk sate ayam, kerupuk, acar dan telur mata sapi. Serta untuk gurame bakarnya klop banget bumbu kecapnya serta dagingnya yang agak kering, dilengkapi dengan irisan jeruk lemon. Sambal terasinya lumayan pedas dan terasa terasinya.
Takut-takut pesannya terlalu over, ditambah lagi di menu tertera dikenakan pajak 15%, ternyata tidak seperti yang kami duga. Dengan menu-menu yang kami pesan tadi hanyalah sekitar 300rban. Agak bingung juga sih dengan pajaknya. Karena di satu buku menu tertulis 10%, sedangkan di buku lainnya 15%. Selain itu karena bertepatan dengan dua hari raya, banyak juga tambahannya yaitu diberikan angpao serta dicatat data kami untuk undian. Tapi sampai sekarang tidak ada kabarnya. Mungkin belum menang undian he3x.
Buon Apetito
| < Prev | Next > |
|---|


